Auxploration, Ajang Mengenal Malang dan Sejarahnya

Home / Berita / Auxploration, Ajang Mengenal Malang dan Sejarahnya
Auxploration, Ajang Mengenal Malang dan Sejarahnya Peserta Auxploration membandingkan kondisi Alun-alun Kota Malang pada zaman dahulu melalui foto lama. (FOTO dokumen adaytowalk)

TIMESBALIKPAPAN, MALANG – Mengenal sejarah kota bisa dilakukan dengan banyak cara. Salah satunya dengan berjalan kaki menjelajah sudut kota.

Seperti yang dilakukan oleh sekelompok pemuda di Malang yang berjalan kaki menjelajah sudut-sudut penting Kota Malang. Degan berjalan kaki, mereka mencoba belajar sejarah dan mengenal sisi lain wilayah kota terbesar ke dua di Jawa Timur ini.

Diikuti oleh 25 orang dari Malang, mereka bersama-sama menjelajah sisi lain kota Malang. Kegiatan ‘Auxploration’, yang merupakan kepanjangan dari Alternatif Urban Exploration ini dilaksanakan pada tanggal 31 Maret, 1,7, dan 8 April 2018.  

Acara wisata sejarah jalan bersama ini didukung oleh program dosen dari Yayasan Robert Bosch Jerman dan Jurusan Sastra Jerman Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang (UM). 

Dalam kegiatan ini, para peserta belajar tentang pendekatan teoritis dan praktis tentang eksplorasi perkotaan. Materi presentasi disampaikan oleh Lintang Kertoamiprodjoe dan Gaharu Jabal dari komunitas "A Day to Walk".

Selain mendapatkan informasi komprehensif tentang eksplorasi Kota Malang, peserta juga mendapatkan materi tentang alternatif wisata di Jerman dariAndreas Betsche, seorang tenaga pengajar dari Yayasan Robert Bosch yang bertugas di Malang.

Komunitas ‘A Day to Walk’  bersama-sama dengan para peserta melakukan tur terpandu. Mereka mengeksplorasi daerah Kayutangan, Pecinan dan di sekitar Ijen Boulevard. 
Melalui kegiatan ini peserta juga belajar tentang sejarah, politik dan spesialisasi kuliner di Malang.

Prioritas lain dari program ini adalah adanya tugas untuk tiap individu untuk melakukan eksplorasi terhadap daerah baru yang ada di sekitarnya. Peserta akan melihat kota mereka dari mata lain dan menggunakan temuan mereka untuk kegiatan lain yang sejenis.

Selain itu, diharapkan akan ada keberlanjutan program yang dapat dikelola langsung oleh peserta dalam bentuk pameran dan pembuatan akun media sosial tentang eksplorasi kota. (*)

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com